Pengetahuan Orang Tua dengan Kejadian Stunting
DOI:
https://doi.org/10.59183/aacendikiajon.v1i2.5Keywords:
pengetahuan, balita , stuntingAbstract
Balita adalah anak yang berumur 0-59 bulan, pada masa ini ditandai dengan proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat disertai dengan perubahan yang memerlukan zat-zat gizi yang jumlahnya lebih banyak dengan kualitas tinggi. Stunting merupakanh keadaan tubuh yang kurang normal, atau tubuh yang kurang tinggi /pendek terhadap usianya. Yang di dasarkan pada indeks panjang badan menurut umur (PB/U) atau tinggi badan menurut umur (TB/U). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan kejadian stunting pada balita usia 12-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Lawawoi Kabupaten Sidrap. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional studi. Sampel dalam penelitian adalah 30 responden dengan teknik penarikan sampel Purposive sampling. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan uji chi square Hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan kejadian stunting dengan nilai p = 0,02 (p<α=0,05) pada balita usia 12-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Lawawoi Kabupaten Sidrap.
References
Apriluana, G., & Fikawati, S. 2018. Analisis Faktor-Faktor Risiko terhadap Kejadian Stunting pada Balita (0-59 Bulan) di Negara Berkembang dan Asia Tenggara. Media Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan, 28(4), 247–256. https://doi.org/10.22435/mpk.v28i4.472
Bertalina, B., & P.R, A. 2018. Hubungan Asupan Gizi, Pemberian Asi Eksklusif, dan Pengetahuan Ibu dengan Status Gizi (Tb/U) Balita 6-59 Bulan. Jurnal Kesehatan, 9(1), 117. https://doi.org/10.26630/jk.v9i1.800
Chamidah, A. N. 2009. Deteksi dini gangguan pertumbuhan dan perkembangn anak. Pendidikan Khusus, 5, 2.
Chamidah, A. N., & Yogyakarta, U. N. 2012. Deteksi Dini Gangguan Pertumbuhan dan Perkembangan Anak. JPK (Jurnal Pendidikan Khusus), 4(3). https://doi.org/10.21831/jpk.v4i3.789
Irviani A., Ibrahim, & Ratih F. 2014. Hubungan Faktor Sosial Ekonomi Keluarga dengan Kejadian Stunting Anak Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Barombong.
Kemendes. 2017. Buku saku desa dalam penanganan stunting. Buku Saku Desa Dalam Penanganan Stunting, 42. Retrieved from https://siha.depkes.go.id
Notoadmodjo, & soekidjo. 2010. Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan.
Nursalam. 2008. Konsep dan penerapan metodologi penelitian ilmu keperawatan.
Olsa, E. D., Sulastri, D., & Anas, E. 2017. Hubungan Sikap dan Pengetahuan Ibu Terhadap Kejadian Stunting pada Anak Baru Masuk Sekolah Dasar di Kecamanatan Nanggalo. Jurnal Kesehatan Andalas, 6(3), 523–529. Retrieved from http://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/733
Pormes, W., Rompas, S., & Ismanto, A. 2014. Hubungan Pengetahuan Orang Tua Tentang Gizi Dengan Stunting Pada Anak Usia 4-5 Tahun Di Tk Malaekat Pelindung Manado. Jurnal Keperawatan UNSRAT, 2(2), 105260.
Pos, K., & Gorontalo, K. (2017). Hubungan Pengetahuan Gizi Ibu Dengan Kejadian Stunting
Rahim, A. & Pratiwi, R. 2017. Hubungan komsumsi ikan terhadap kejadian stunting pada anak usia 2-5 tahun. Kedokteran Diponegoro, 6, 1.
Saragih, Jumaini, & Indriati. 2013. Gambaran Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Keluarga Tentang Perawatan Pasien Resiko Perilaku Kekerasan Di Rumah.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 AACENDIKIA: Journal of Nursing

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






